Latar Belakang
Sejalan dengan nafas era Reformasi serta menghadapi Pemilu 7 Juni 1999, untuk menyalurkan aspirasi perempuan Indonesia dalam percaturan politik dan pembinaan bangsa, sekelompok warga masyarakat telah terpanggil untuk tetap memelihara semangat kesetiakawanan kaumnya dalam meningkatkan harkat dan kepribadian perempuan Indonesia melalui kegiatan di bidang politik.
Setelah melalui masa kegiatan Pemilu 1999 dengan hasil optimal bagi kaum perempuan yang telah berhasil diberdayakan secara umum, mendasar, dan sederhana, dalam era pasca Pemilu dirasakan masih perlunya kegiatan tersebut dilanjutkan melalui lingkup yang terarah.
Wadah yang telah disetujui para pendiri, mitra, dan pemerduli adalah suatu sarana kegiatan yang tertampung dalam Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan.
Visi dan Misi
Dalam kehidupan politik bangsa sangat diperlukan kemandirian perempuan dalam pengambilan keputusan. Sebaliknya, sifat ketergantungan atau budaya ketakutan,yang memperlambat proses pemberdayaan perempuan di segala bidang, perlu dijauhi.
Selanjutnya, perilaku budaya yang merendahkan dan mendiskriminasi perempuan perlu dikoreksi.
Sosialisasi dan pendidikan perempuan yang telah mengekang perkembangan sosial politiknya, memerlukan kegiatan proaktif pengembangan kepercayaan diri dan kemampuan berpolitik.
Keinginan perempuan untuk lebih banyak berperan dalam kehidupan politik bangsa sebagai anggota dalam badan legislatif dan eksekutif menyadarkan para endiri tentang perlunya pemberdayaan perempuan dalam bidang politik.
Untuk itu para pendiri telah bersepakat menyediakan kesempatan bagi perempuan Indonesia yang berminat untuk mengikuti pelatihan (melalui kursus, seminar, dan lokakarya) yang akhirnya bertujuan memberdayakan perempuan dalam kehidupan publik, termasuk kehidupan politik.
Dewan Pengurus 2025-2029
Untuk pengurusan periode 2025-2029, GPSP dipimpin oleh seorang akademisi pegiat isu politik dan gender, Dr Sri Budi Eko Wardani. Duduk sebagai Wakil Ketua Luluk Nur Hamidah, politisi perempuan anggota DPR-RI periode 2019-2024. Sementara Dr Ella S. Prihatini bertugas menjadi Sekretaris.


Sri Budi Eko Wardani
Ketua


Luluk Nur Hamidah
Wakil Ketua
Mimah Susanti
Divisi Media, Komunikasi dan Jaringan
Apriyanti Marwah
Divisi Media, Komunikasi dan Jaringan


Ella Syafputri Prihatini
Sekretaris
Sarah Santi
Divisi Riset
Delima Saragih
Divisi Sosial dan Ekonomi
Rizke Rahmawaty
Bendahara




Dahliah Umar
Divisi Politik dan Hukum
Mike Verawati
Divisi Sosial dan Ekonomi
Dewan Pendiri


Martina Widjaya
Pengusaha dan Filantropis


Prof Mayling Oey-Gardiner
Akademisi Pakar Demografi


GKR Hemas
Wakil Ketua DPD-RI 2024-2029








